Sabtu, 11 April 2015

Memasukkan MAC Address Handphone ke Access Point

0
Memasukkan mac adress handphone ke access point :
1. Sambungkan acces point ke laptop menggunakan kabel LAN
2. Buka Browser Anda
3. Lalu Masukkan IP Adress 192.168.1.254


4. Lalu akan Muncul seperti Gambar Di Bawah Ini, Lalu Masukkan Username Dan Password, lalu klik ENTER



5. Setelah Itu Akan Masuk pada Pengaturan WIFI 


6. Lalu Pilih tab Access management, lalu klik Tab filter 

7. Pilih IP/MAC filter Rule index , Masukkan Nomor Urutan
8. Pilih Rule Type MAC
9. Masukkan MAC Address HP Anda (54:a0:50:5f:6d:8f) , lalu Klik save Maka Hasilnya menjadi seperti Gambar di Bawah Ini

Read More

Selasa, 24 Maret 2015

Static Routing pada Cisco Packet Tracer

0
Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana mengkonfigurasi Static Routing pada Cisco Packet Tracer. Oke langsung saja, cekidot :D.
1. Buka Cisco Packet Tracer.
2. Masukkan 2 buah Router. Pilih Routers pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih Router-PT.
3. Masukkan 2 buah PC. Pilih End Devices pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih PC-PT.
4. Hubungkan PC dengan Router menggunakan kabel cross-over. Untuk PC0 dihubungkan dengan Router0 melalui Port FastEthernet0/0 pada Router0, sedangkan untuk PC1 dihubungkan dengan Router1 melalui Port FastEthernet0/0 pada Router1.
5. Konfigurasi IP pada kedua PC. Untuk PC0 klik PC0, pindah ke tab Dekstop, klik IP Configuration, isikan IP Address 192.168.1.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Default Gateway 192.168.1.1, lalu close. Sedangkan untuk PC1 lakukan hal yang sama pada PC0, namun isikan IP Address 172.16.10.2, Subnet Mask 255.255.0.0, dan Default Gateway 172.16.10.1.
6. Konfigurasi FastEthernet0/0 pada kedua Router.
Untuk Router0 klik Router0, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router>enable 
  • Router#configure terminal 
  • Router(config)#interface fastethernet0/0
  • Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router0.
Keterangan: FastEthernet0/0 pada Router0 menggunakan IP address 192.168.1.1 dan Subnet mask 255.255.255.0
Untuk Router1 klik Router1, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router>enable
  • Router#configure terminal
  • Router(config)#interface fastethernet0/0
  • Router(config-if)#ip address 172.16.10.1 255.255.0.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit
  • Setelah itu close jendela Router1.

Keterangan: FastEthernet0/0 pada Router1 menggunakan IP address 172.16.10.1 dan Subnet mask 255.255.0.0

7. Ping dari PC ke masing-masing Router. Klik pada PC, pindah ke tab Dekstop, klik Command Prompt, lalu ketikkan "ping 192.168.1.1" (pada PC0), dan "ping 172.16.10.1" (pada PC1).
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi IP pada PC maupun Router.
8. Hubungkan Router0 dengan Router1 menggunakan kabel Serial DCE melalui Port Serial2/0.
9. Konfigurasi Serial2/0 pada kedua Router.
Untuk Router0 klik Router0, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router(config)#interface serial2/0
  • Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.252
  • Router(config-if)#clock rate 64000
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router0.
Keterangan: Serial2/0 pada Router0 menggunakan IP address 10.10.10.1, Subnet mask 255.255.255.252, dan Clock rate 64000.
Untuk Router1 klik Router1, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router(config)#interface serial2/0
  • Router(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.252
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router1.
Keterangan: Serial2/0 pada Router1 menggunakan IP address 10.10.10.2, dan Subnet mask 255.255.255.252

10. Ping dari Router0 ke Router1
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi IP Port Serial2/0 pada kedua Router.
11. Konfigurasi Static Routing pada kedua Router.
Untuk Router0 masukkan command berikut:

  • Router(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 10.10.10.2

Keterangan: 

  • 172.16.0.0 merupakan destination addres/alamat tujuan, yaitu alamat IP untuk jaringan pada PC1
  • 255.255.0.0 merupakan subnet mask dari destination address
  • 10.10.10.2 merupakan nexthop (jalur terdekat yang dilalui agar sampai ke destination address), yaitu alamat IP Serial2/0 pada Router1.

Untuk Router1 masukkan command berikut:

  • Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1

Keterangan: 

  • 192.168.1.0 merupakan destination addres/alamat tujuan, yaitu alamat IP untuk jaringan pada PC0
  • 255.255.255.0 merupakan subnet mask dari destination address
  • 10.10.10.1 merupakan nexthop (jalur terdekat yang dilalui agar sampai ke destination address), yaitu alamat IP Serial2/0 pada Router0.

12. Ping dari PC0 ke PC1 dan sebaliknya.
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi Static Routing pada kedua Router.
Read More

Tutorial Membuat Jaringan DHCP Client Server

0
Pada postingan kali ini saya akan berbagi tutorial tentang cara membuat jaringan DHCP menggunakan router pada Cisco Packet Tracer. Namun sebelumnya silahkan teman-teman baca dulu pengertian DHCP.
DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protokol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan IP disebut DHCP Server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client. Fungsi DHCP adalah memberikan IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.
DHCP sangat efektif digunakan pada jaringan dengan jumlah komputer client yang banyak, karena tidak perlu dilakukan konfigurasi IP secara manual pada masing-masing komputer client melainkan konfigurasi IP diberikan oleh komputer server yang memiliki layanan DHCP.
Tutorial ini akan membahas tentang cara membuat DHCP di mana terdapat 1 buah Router sebagai DHCP Server, 3 buah PC sebagai DHCP Client, dan 1 buah Switch sebagai penghubung antara Router dengan PC. Berikut Gambarnya:
Network yang digunakan pada jaringan ini adalah IP kelas C yaitu 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.0.
Router sebagai DHCP client menggunakan alamat IP 192.168.1.1/24, sehingga alamat yang nantinya diberikan kepada PC yaitu alamat IP selain 192.168.1.1/24 yang terdapat napa network 192.168.1.0/24.
Berikut langkah-langkah dalam membuat jaringan DHCP menggunakan Router. Selamat membaca...
1)   Buka Cisco Packet Tracer.
2)  Masukkan 1 buah Router. Pilih Routers pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih Router-PT.
3)  Masukkan 1 buah Switch. Pilih Switches pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih Switch-PT.
4)  Masukkan 3 buah PC. Pilih End Devices pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih PC-PT.
5)  Hubungkan Router dengan Switch melalui Port FastEthernet 0/0 pada Router, dan Switch dengan keempat PC menggunakan kabel Straight-Trough. Pilih Connections pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih Copper Straight-Trough, lalu hubungkan kelima device dengan mengekliknya satu per satu.
6)  Konfigurasi DHCP Server pada Router. Klik Router0, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:
  • Router>enable
  • Router#configure terminal
  • Router(config)#interface fastEthernet 0/0
  • Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit 
  • Router(config)#ip dhcp pool gallant
  • Router(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
  • Router(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
  • Router(dhcp-config)#exit
  • Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.1.1
  • Router(config)#end

Keterangan:
  • Pemberian nama pool bersifat bebas, nama pool yang digunakan pada konfigurasi diatas adalah “gallant”.
  • Command “default-router” digunakan untuk memberikan alamat gateway pada komputer client.
  • Command “ip dhcp exclude-address” digunakan untuk mengeset alamat ip yang tidak akan diberikan kepada komputer client, karena telah digunakan oleh Router.

Setelah itu close.
7)  Konfigurasi DHCP Client pada keempat PC. Klik PC0, pindah ke tab Dekstop, klik IP Configuration, pilih DHCP, lalu close.
Ulangi langkah pada PC0 untuk konfigurasi pada PC1 dan PC2.
8)  Cek alamat ip pada PC apakah sudah mendapat IP dari Router. Klik PC0, pindah ke tab Dekstop, klik Command Prompt, lalu ketikkan: ipconfig.
Ulangi langkah tersebut untuk mengecek alamat ip pada PC1 dan PC2.
9)  Lakukan ping pada keempat PC tersebut. Klik pada PC, pindah ke tab Dekstop, klik Command Prompt, lalu ketikkan: ping <alamat ip tujuan>.
Jika muncul tulisan seperti gambar diatas maka berhasil, jika yang muncul tulisan “Request Time Out” atau “Destianion Host Unreachable” maka gagal dan ulangi dengan teliti langkah-langkah sebelumnya.
Read More